01 Juni 2017

Galeri Saklar HP Android Menggunakan App Inventor


        Saat ini Smartphone Android sudah merupakan kebutuhan sebagian besar orang dan bahkan sudah dianggap wajib punya bagi sebagian kalangan. Memanfaatkan kondisi ini, ada postingan kali ini ane cuma akan menampilkan contoh sederhana beberapa produk DIY berupa saklar wireless menggunakan aplikasi Smartphone Android (APK), baik menggunakan bluetooth, GSM, wifi lokal, maupun wifi IoT. Untuk wiring penempatan pada rumah baru, tidak ada salahnya agan lihat postingan ane di sini

         Produk dan aplikasi android di bawah ini berupa video capture HP tentu sekaligus mewakili kondisi sebenarnya.  Diharapkan dengan fitur dan spesifikasi yang ada  dapat menjadi sampling agan-agan dalam rangka mengembangkan proyek wireless ini.  

          Semua produk di bawah menggunakan aplikasi HP Android dengan App Inventor sebagai media pembuat aplikasinya. Komunikasi dirancang berjalan 2 arah, yaitu mengirim perintah berupa menyalakan/mematikan alat listrik dan menerima perintah, yaitu berupa feedback maupun aktivitas sensor lainnya, sehingga komunikasi bisa lebih ‘hidup’.

1.  Morourip IoT Socket
Merupakan alat untuk menyalakan/mematikan alat listrik menggunakan koneksi internet. 

A)   Rangkaian pertama menggunakan Esp8266-01 dengan 2 output soket (versi lain 1 outout dan 1 input) yang bisa dikendalikan on-off nya menggunakan aplikasi HP Android dari mana saja di dunia, sepanjang terhubung ke wifi internet tentunya. Berbeda dengan saklar IoT lainnya, Morourip Socket dilengkapi dengan umpan balik status server (dalam hal ini thingspeak.com) yang terhubung ke klien Esp8266. Dengan demikian, begitu aplikasi dijalankan, secara tidak langsung ia mendeteksi dan menampilkan status kedua soket klien pada saat itu dalam keadaan on atau off.
  

B)   Versi lain Morourip Socket (IoT) menggunakan Nodemcu 12E atau Esp12 dengan tambahan sebuah pin input yang bisa digunakan sebagai saklar pintu atau sensor digital lainnya.



Berbeda dengan saklar lokal, menggunakan IoT memang terkesan sangat lambat (sampai 10 detikan) dan terkadang gagal. Hal ini disebabkan perintah yang kita jalankan tidak langsung menuju perangkat, tetapi terlebih dahulu menuju server broker online, yang mana tentu saja si broker mempunyai kewenangan mempercepat atau memperlambat koneksi. Tujuannya tentu agar kita mau menggunakan versi berbayar, bukan gratisan, hahaha.
         Untuk mengantisipasi ini memang sudah seharusnya umpan balik server diterapkan, sehingga kita yakin perintah yang dikirimkan lewat  HP minimal sudah mencapai server broker. Selanjutnya, berdasarkan pengalaman, kita tidak perlu khawatir terkait koneksi dari broker ke Esp8266, mengingat kode yang ditanam pada Esp8266 dirancang agar secara periodik aktif menghubungi server broker. Jadi kesimpulannya, penyampaian pesan berada pada posisi aman jika pesan sudah diterima server broker!



Cara Kerja
A.  Proses Output Signal
Berdasarkan diagram di atas dapat dilihat alur ketika smartphone memberi perintah kepada Load (beban). Sinyal output berisi kode perintah ternyata harus terlebih dahulu ‘ditampung’ di server, baru kemudian sinyal diteruskan ke ESP8266 untuk menyalakan/mematikan alat listrik. Idealnya fungsi sensor adalah mendeteksi secara langsung kerja beban, misalnya sensor cahaya, getar, suara, suhu) sehingga akan ketahuan lewat sensor jika misal beban listrik gagal menyala. Namun demikian mengingat kita butuh yang praktis, ane kira cukup menggunakan sebuah relay yang dihubungkan paralel dengan beban listrik, sehingga ketika beban listrik menyala, relay juga akan menyala (menghubungkan kontaktor NO).
B.  Proses Feedback
Sebagaimana dijelaskan di atas, ketika relay menghubungkan kontaktor NO, terjadilah perubahan masukan pada pin GPIO0 sebagai perubahan digital. Informasi demikian ternyata juga harus ditampung di server untuk kemudian diterima smartphone sebagai masukan umpan balik. Mudah kan? Jadi wajar kalau proses penyalaan beban listrik  berbasis IoT cenderung makan waktu yang relatif lebih lambat dibandingkan dengan koneksi seperti bluetooth dan wifi lokal. Apalagi menggunakan layanan gratis. Perlu diingat di sini sepanjang status server tidak kita ubah, maka kondisi penyalaan beban listrik berbasis IoT, akan selalu mengikuti status di server. 

          Walaupun koneksi ke server cenderung lambat, jangan lupa jika jenis saklar ini tergolong saklar canggih dan akan menjadi primadona ke depan. So, never underestimate guys. Mari sekarang kita coba saklar IoT dengan  1 output berupa lampu klien dan 2 feedback, yaitu feedback server dan feedback kontaktor relay untuk mewakili status alat listrik sebenarnya pada sisi alat listrik penerima (lampu dll). 













2.  Morourip GSM Switch


Sebagaimana Morourip Socket (IoT), alat ini dapat juga digunakan untuk menyalakan/mematikan alat listrik menggunakan SMS jaringan GSM dari mana pun di dunia. Alat ini sangat cocok untuk diaplikasikan pada daerah pelosok yang sulit menerima jaringan internet atau pertimbangan lain pemakai tentunya. Rangkaian menggunakan AT-Mega 328 dan modul Sim900, dengan cara kerja mirip sebagaimana dipaparkan pada postingan “starter mobil dengan SMS” di https://lukmannet.blogspot.co.id/2016/12/morourip-starter-mobil-menggunakan-sms.html.
Sebelum pesan dikirimkan, kita perlu membuat konfigurasi/pola penyalaan beberapa titik lampu (alat listrik lainnya) yang selanjutnya akan dikirim dalam bentuk sebuah format kode pesan SMS.  Nah, konfigurasi nyala lampu lah yang akan dikirim sebagai sebuah SMS. 
Berbeda dengan saklar SMS lainnya, Morourip SMS Switch dilengkapi dengan umpan balik dari klien (penerima), apakah kode perintah sudah diterima dan dilaksanakan atau tidak. Caranya: untuk setiap pengiriman kode pesan, selalu terdapat sebuah kode program (h1) yang mana ini digunakan untuk menyalakan sebuah relay. Nah, dari kontaktor relay itulah, feedback diperoleh. 
Salah satu kelebihan lain saklar ini adalah bahwa ia dapat dieksekusi bahkan dengan SMS biasa dari HP jadoel sekali pun (tidak harus menggunakan aplikasi). 

3.  Moromuni Spot Buzzer

Perangkat ini merupakan pengambangan dari saklar HP menggunakan bluetooth. Perbedaan yang tampak adalah bahwa ia menggunakan banyak tombol (total 66 buah) yang digunakan untuk menyalakan LED dan membunyikan buzzer pada masing-masing spot yang telah dipasang. Tujuan instalasi Moromuni ini adalah untuk memudahkan pencarian sebuah obyek di antara tumpukan obyek/spot lainnya yang sudah ada nama alamatnya (katalog), sehingga seorang awam pun tidak akan kesulitan menemukan berkas/obyek tersebut. Rangkaian menggunakan Arduino Mega 2560 yang terkenal mempunyai banyak pin dilengkapi dengan indikator LED dan buzzer, dengan demikian pada saat tombol aplikasi HP diklik, maka pada lokasi dimana Led dan buzzer ditempatkan akan menyala dan berbunyi. Alat ini sangat cocok untuk:
a)    Mempermudah mencari buku pada rak perpustakaan
b)   Mempermudah mencari posisi kandang burung,
c)    Mempermudah mencari arsip, dan lain-lain.
Sekali tekan button, buzzer/LED dirancang berbunyi hanya beberapa detik sekedar cukup untuk mengetahui posisi spot. Selain fitur yang tersebut di atas, pada rangkaian Arduino Mega 2560 yang sama juga dilengkapi dengan sebuah saklar lampu bluetoooth dan sensor untuk mendeteksi kedatangan orang.

4.  Morourip Bluetooth Switch 

Merupakan alat untuk menyalakan/mematikan alat listrik menggunakan koneksi bluetooth HP Android sekaligus terdapat sebuah sensor PIR untuk mendeteksi tamu tidak diundang. Alat ini standar cocok diterapkan untuk sebagian besar rumah tangga. Rangkaian menggunakan Arduino Mini AT-Mega 328 dengan 7 atau 8 output soket dan 1 input sensor PIR, yang mana ini hanya disesuaikan dengan jumlah modul relay 8 channel yang ada di pasaran (jadi bisa lebih).
 Penggunaan bluetooth sangat digandrungi mengingat relatif murah, mudah, dan dapat disupport banyak smartphone android semua golongan. Untuk koneksi ke klien, ane lebih suka mode autoconnet, tida repot, sehingga Mac Address-lah yang dipilih. Contoh video di atas tidak autoconnet loh... 



5.  Morourip Wifi Switch 


Merupakan alat untuk menyalakan/mematikan alat listrik menggunakan koneksi wifi lokal HP Android. Rangkaian menggunakan ModeMCU Esp8266 12E dengan 8 output dan sebuah pin input yang digunakan untuk saklar pintu. Prinsip kerja mirip dengan penggunaan saklar bluetooth. 
Koneksi ke IP Address ditanam langsung ke program App Inventor sehingga pada saat aplikasi dijalankan, ia langsung autoconnet, siap digunakan.